Liputan6.com, Jakarta Beriman kepada kitab-kitab Allah adalah salah satu dari enam rukun iman dalam aqidah Islam. Setiap muslim memiliki kewajiban untuk beriman kepada kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah kepada para nabi dan rasul. Ini adalah komponen penting dalam rukun iman yang menunjukkan bahwa keyakinan terhadap kitab-kitab Kitab Allah yang kontemporari dan masih valid kita baca, hayati dan taati ialah al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah SAW kira-kira 1438 tahun dahulu. Sebelum zaman Rasulullah SAW, Allah telah menurunkan beberapa kitab lain yang prominent iaitu Zabur yang diturunkan kepada Daud AS, Taurat yang diturunkan kepada Musa AS, dan Injil yang Iman kepada kitab-kitab Allah maksudnya kita harus yakin dan percaya sepenuh hati tentang adanya kitab Allah yang diturunkan kepada umat manusia lewat para Rasul. Adapun 4 kitab yang wajib kita percayai, yakni: Kitab Taurat (melalui Nabi Musa a.s); Zabur (melalui Nabi Daud a.s); Injil (melalui Nabi Musa a.s); Qur’an (melalui Nabi Muhammad saw). • Menyuruh umat untuk menyembah hanya kepada Allah dan senantiasa bertakwa kepada-Nya. • Menyeru pada umat untuk beriman kepada Allah tanpa pengkultusan terhadap para rasul itu. • Mengajarkan seluruh umat agar senantiasa mempelajari kitab suci yang diturunkan kepada rasul sebagai pedoman hidupnya. Dalam hadits Arba'in, diterangkan bahwa malaikat Jibril datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya: "Orang itu berkata lagi: ‘Beritahukan kepadaku tentang Iman,’. Rasulullah SAW menjawab: ‘Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yan Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd.

kedudukan beriman kepada kitab kitab allah