Bahasapemersatu bangsa adalah a. bahasa melayu b. bahasa Indonesia c. bahasa ibu d. bahasa daerah 23. Keanekaragaman suku, bagasa dan kebudayaan dikarenakan letak a. geografis b. strategis c. astronomis d. kepulauan 24. Lagu satu nusa bangsa adalah contoh sebagai pemersatu bangsa. 26. Kita harus hidup rukun walaupun kita beda agama
Maknadari semboyan tersebut memberikan kesadaran bahwa negara kita adalah negara yang besar dengan keanekaragaman suku bangsa dan budaya. Keragaman suku bangsa dan budaya merupakan kekayaan bangsa kita. Berikut ini 34 Provinsi di Indonesia dengan suku, bahasa daerah, pakaian adat, tarian, rumah adat, senjata tradisional, alat musik
Keanekaragamansuku bangsa dan budaya yang ada di Indonesia telah diakui oleh tokoh - tokoh terkemuka yang ada di Indonesia. Hal tersebut menjadikan Indonesia menjadi negara yang kaya akan budaya dan suku bangsa. Namun kekayaan budaya dan suku bangsa tersebut akan menjadi momok yang emnakutkan bagi keutuhan baangsa, apabila setiap individu
KeberagamanSuku Bangsa dan Budaya. Semangat nasionalisme harus terus di pupuk dan di perkuat di setiap insane Indonesia. Nasionalisme semakin berkembang baik karena di persatukan dengan "Bhineka Tunggal Ika" yang maknanya walaupun berbeda-beda suku, adat, budaya dan bahasa daerahnya, tetapi tetap satu yaitu bangsa Indonesia.
Keakaragamansuku,bahasa, dan kebudayaan dikarenakan letak - 32316603 Afkarfaturrahman Afkarfaturrahman 08.09.2020 Lihat jawaban Iklan Iklan wahyurinata2033 wahyurinata2033 Jawaban: keanekaragaman suku, bahasa dan kebudayaan dikarenakan letak geografis atau jawaban nya D. wahyu tolong bantu aku Afkar kamu pengguna aplikasi apa saat
Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Faktor Penyebab Keberagaman di Indonesia – Keragaman sudah melekat dalam masyarakat Indonesia. Bukan tanpa alasan Indonesia memiliki beragam adat, suku, budaya dan bahasa sebagai karakter dan ciri khas tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Meski berbeda-beda, bangsa Indonesia tetap berupaya menjaga keberagaman yang ada dan hidup berdampingan secara rukun dan damai. Keberagaman yang menjadi ciri masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh letak strategis, kepulauan, kondisi alam, serta faktor transportasi dan komunikasi. Tidak hanya itu, sikap terhadap perubahan nilai dan budaya menjadi salah satu faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia. Tidak mengherankan, faktor-faktor yang berbeda ini menciptakan negara Indonesia yang majemuk dengan keunikannya tersendiri. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat Indonesia untuk lebih memahami keragamannya. Dengan pengetahuan tersebut diharapkan seluruh masyarakat dapat lebih menghormati dan menghargai perbedaan, sehingga rasa toleransinya semakin kuat. Sikap toleran inilah yang akhirnya menjadi acuan bagi segala perbedaan dalam masyarakat. Meski berbeda-beda, rakyat Indonesia dapat bersatu menjadi bangsa yang damai dan sejahtera. Kebijakan kebudayaan dalam konteks integrasi nasional di sisi lain bukan berarti tidak pernah dikenal dalam peta politik di Nusantara. Hal ini dikarenakan pemerintah kolonial Hindia-Belanda tatkala menguatkan kekuasaannya di Nusantara tempo dulu menempatkan semua jabatan di wilayah yang paling rentan dalam kaca mata mereka kepada para ahli-ahli yang tahu tentang masyarakat dan kebudayaan setempat untuk menangani masalah politik dan sosial tanpa menimbulkan pemberontakan bersenjata yang akan mahal harganya untuk ditumpas. Masyarakat Indonesia sangat heterogen dan pluralistis. Oleh karena itu, bagi integrasi sosial-budaya unsur-unsurnya memerlukan nilai-nilai sebagai orientasi tujuan kolektif bagi interaksi antarunsur. Dalam hubungan ini, ideologi bangsa, nilai nasionalisme, dan kebudayaan nasional memiliki fungsi strategis. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat menggantikan nilai-nilai tradisional dan primordial yang tidak relevan dengan masyarakat baru. Dengan demikian, nilai nasionalisme memiliki nilai ganda, yaitu selain meningkatkan integrasi nasional, juga berfungsi menanggulangi dampak kapitalisme dan globalisasi serta dapat mengatasi segala hambatan ikatan primordial. Primordialisme dan etnosentrisme memang tidak bisa dihapus begitu saja, namun perlu dikembangkan menjadi identitas nasional. Ada tiga cara yang selalu ditawarkan untuk memperkuat rasa nasionalisme kebangsaan Indonesia sebagai upaya menghindari disintegrasi bangsa, sehingga nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan, yaitu melakukan sosialisasi nasionalisme Indonesia secara terus-menerus, meningkatkan pembangunan ekonomi, dan menghilangkan diskriminasi terhadap kelompok minoritas. Apabila dipikirkan antara integrasi dan nasionalisme saling terkait. Integrasi memberi sumbangan terhadap nasionalisme dan nasionalisme mendukung integrasi nasional. Oleh karena itu, integrasi nasional harus terus-menerus dibina dan diperkuat dari waktu ke waktu. Kelalaian terhadap pembinaan integrasi dapat menimbulkan konflik dan disintegrasi bangsa. Integrasi nasional biasanya dikaitkan dengan pembangunan nasional karena masyarakat Indonesia yang majemuk sangat diperlukan untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan agar pembangunan nasional tidak terkendala. Dalam hal ini, kata-kata kunci yang harus diperhatikan adalah mempertahankan masyarakat dalam keadaan harmonis dan saling membantu atau dalam koridor lintas SARA. Integrasi mengingatkan adanya kekuatan yang menggerakkan setiap individu untuk hidup bersama sebagai bangsa. Dengan integrasi yang tangguh, yang tercermin dari rasa cinta, bangga, hormat, dan loyal kepada negara, maka cita-cita nasionalisme dapat terwujud. Dalam integrasi nasional, masyarakat termotivasi untuk loyal kepada negara dan bangsa. Di dalamnya terkandung cita-cita untuk menyatukan rakyat mengatasi SARA melalui pembangunan integral. Integrasi nasional yang solid akan memperlancar pembangunan nasional dan pembangunan yang berhasil akan memberikan dampak yang positif terhadap negara dan bangsa sebagai perwujudan nasionalisme. Dengan berhasilnya pembangunan sebagai wujud nasionalisme, konflik-konflik yang mengarah kepada perpecahan atau disintegrasi dapat diatasi karena integrasi nasional memerlukan kesadaran untuk hidup bersama dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis. Pengertian Keberagaman Budaya di IndonesiaFaktor Penyebab Keberagaman di Indonesia1. Letak Strategis2. Kondisi Alam3. Bentuk Kepulauan4. Transportasi dan Komunikasi5. Sejarah6. Sikap terhadap Perubahan7. Kondisi Iklim8. Keanekaragaman Ras9. Agama10. Pengaruh Budaya AsingContoh Keragaman Budaya di Indonesia1. Pakaian Adat2. Bahasa3. Rumah Adat4. Alat Musik Tradisional5. SukuRekomendasi Buku & Artikel TerkaitKategori Ilmu EkonomiMateri Terkait Pengertian Keberagaman Budaya di Indonesia Keragaman budaya merupakan salah satu keunikan yang ada di muka bumi ini dengan berbagai suku bangsa yang ada di seluruh dunia dan keragaman budaya Indonesia. Kita sebagai warga negara Indonesia tidak dapat memungkiri bahwa dengan adanya negara Indonesia saja telah menghasilkan keragaman yang tidak terukur mulai dari keragaman ras, suku, dan bahasa. Keanekaragaman tersebut telah menghasilkan berbagai bentuk budaya Indonesia yang terbaik, seperti rumah adat, upacara adat, pakaian adat, tarian adat, alat musik dan lagu daerah, senjata tradisional, bahkan berbagai makanan khas. Pada dasarnya keragaman budaya Indonesia berasal dari berbagai budaya lokal yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Munculnya keragaman budaya merupakan akibat dari pengaruh yang tampak dan meluas dalam masyarakat untuk menciptakan kebudayaan itu sendiri. Dari zaman ke zaman perkembangan kebudayaan memiliki peran dan fungsi sebagai penguat jiwa kebangsaan. Hal ini dikarenakan budaya lokal mengandung nilai-nilai sosial yang harus diterapkan oleh setiap masyarakat Indonesia sendiri. “Bhineka Tunggal Ika”, yang berarti “Berbeda-beda, tetapi tetap satu jua”. Ini adalah semboyan yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia. Semboyan ini menunjukkan bahwa meskipun bangsa Indonesia memiliki beragam budaya, suku, ras, bahasa dan agama, namun bangsa ini tetap memegang teguh prinsip persatuan dan kesatuan. Lantas apa saja faktor penyebab keberagaman di Indonesia? Mari simak penjelasannya! 1. Letak Strategis Faktor pertama penyebab keberagaman masyarakat Indonesia tentu saja perbedaan letak yang strategis. Konon Indonesia diapit oleh dua samudra dan benua, yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta Benua Asia dan Benua Australia. Karena letaknya yang strategis, tidak mengherankan jika Indonesia terlibat dalam jalur perdagangan negara lain. Pedagang asing yang tiba di Indonesia ini membawa serta bahasa dan budaya yang berbeda. Kedatangan bahasa dan budaya baru ini diadaptasi dan dikembangkan di Indonesia. 2. Kondisi Alam Faktor selanjutnya yang menyebabkan keberagaman masyarakat Indonesia adalah kondisi alam. Karena Indonesia terdiri dari pulau-pulau, tidak mengherankan jika setiap pulau di Indonesia memiliki kondisi alam yang berbeda. Kondisi alam tersebut kemudian membentuk adat-istiadat tertentu dalam masyarakat. Sebagai contoh, mayoritas penduduk pesisir bermata pencaharian sebagai nelayan, dengan laut sebagai sumber ekonominya. Pada saat yang sama, masyarakat yang tinggal di dataran tinggi tentunya lebih banyak memanfaatkan lahan untuk menghasilkan bahan pangan yang dapat dikonsumsi atau dijual, dari contoh tersebut sudah ada terjadinya perbedaan. Tidak salah jika kondisi alam menjadi faktor penting pembentuk keragaman Indonesia. 3. Bentuk Kepulauan Faktor selanjutnya yang menyebabkan keberagaman masyarakat Indonesia adalah negara kepulauan. Seperti yang Anda tahu, Indonesia adalah negara yang terdiri dari beberapa pulau. Habitat manusia bukan hanya pulau-pulau besar, tetapi juga pulau-pulau kecil yang mengelilinginya. Masing-masing pulau ini memiliki dan mengembangkan budaya yang berbeda. Mulai dari bahasa, adat istiadat, hingga nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat masing-masing daerah. Tak heran, setiap pulau di Indonesia memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang membedakannya dengan pulau lain. 4. Transportasi dan Komunikasi Transportasi dan komunikasi juga menjadi salah satu faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia. Pertama, setiap daerah di Indonesia mengembangkan bahasanya sendiri. Bahkan bahasa yang digunakan di sebuah pulau dapat memiliki banyak perbedaan. Namun, bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional menyatukan perbedaan dalam komunikasi bahasa Indonesia. Padahal transportasi juga memiliki dampak signifikan terhadap keragaman di Indonesia. Semakin mudah transportasi di Indonesia, mobilitas masyarakat semakin terbantu, yang pada akhirnya membuat komunikasi publik semakin mudah dan lancar. Sebaliknya, penyebaran dan perkembangan budaya menjadi semakin sulit ketika transportasi dan komunikasi terbatas. 5. Sejarah Faktor kelima yang menyebabkan keberagaman masyarakat Indonesia adalah sejarah. Secara historis, Indonesia telah menjadi koloni banyak bangsa asing. Dimulai dengan negara Belanda, Inggris, Jepang, Portugis dan Spanyol. Pada masanya, setiap bangsa asing yang datang dan menetap di Indonesia membawa serta nilai-nilai dan budaya asli mereka, yang kemudian dikembangkan di Indonesia. Secara tidak langsung masyarakat Indonesia mulai menerima dan mengikuti nilai-nilai dan budaya zaman penjajahan. Namun tidak untuk nilai dan budaya yang bertentangan dengan hak dasar peradilan dan negara Indonesia. Artinya, faktor sejarah sangat berpengaruh terhadap perkembangan budaya Indonesia, namun tidak semua budaya asing dapat bertahan dan layak diadopsi oleh masyarakat Indonesia. 6. Sikap terhadap Perubahan Faktor selanjutnya yang menyebabkan keberagaman masyarakat Indonesia adalah sikap terhadap perubahan. Dalam hal ini, orang Indonesia sangat terbuka dengan perbedaan nilai dan budaya yang dibawa oleh orang asing yang datang ke Indonesia. Ternyata banyak bahasa, budaya, nilai bahkan agama yang dibawa oleh para pedagang dan nelayan asing diterima dan diasimilasi dengan baik di Indonesia. Penerimaan ini tentunya selaras dengan nilai-nilai inti bangsa Indonesia. Sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila yang menjadi dasar negara, maka segala arus dan nilai budaya yang terkait dapat diterima. Namun, hal ini juga bergantung pada sikap terbuka masyarakat. 7. Kondisi Iklim Secara umum, Indonesia memiliki iklim tropis. Namun, disadari atau tidak, ada beberapa wilayah di wilayah Indonesia yang sangat luas yang memiliki kondisi iklim yang sedikit berbeda. Sebagai contoh, Indonesia bagian barat cenderung memiliki musim hujan yang panjang dan teratur dibandingkan dengan Indonesia bagian timur yang musim kemaraunya lebih panjang. Perbedaan tersebut juga sangat mempengaruhi tindakan dan kebiasaan masyarakat Indonesia. 8. Keanekaragaman Ras Salah satu keragaman Indonesia adalah keragaman ras. Ya, Indonesia memang negara multietnik. Beberapa ras yang ada di Indonesia antara lain ras Melayu-Mongoloid yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali. Ras melanesoid menyebar ke Papua, NTT dan Maluku. Selain pendatang seperti bule yaitu India, Timur Tengah, Australia, Eropa dan Amerika. Dan ras Mongoloid Asia seperti Cina, Korea, dan Jepang. Setiap ras yang hidup dan tinggal di Indonesia menghasilkan budayanya sendiri. Bahkan tidak jarang terjadi akulturasi budaya yang membuat budaya Indonesia semakin beragam. Oleh karena itu, ras merupakan salah satu faktor yang menciptakan keragaman dalam masyarakat Indonesia. 9. Agama Keberagaman masyarakat Indonesia juga tercermin dari perbedaan agama yang dianut dan dianut oleh masyarakat. Bahkan, karena keberagaman tersebut, Indonesia dikenal sebagai negara dengan pemeluk agama yang banyak. Tentu kita semua paham bahwa setiap agama memiliki tata nilai masing-masing yang seringkali tercermin dalam perilaku sehari-hari para pemeluknya. Selain itu, kehidupan umat beragama yang rukun dan toleran memberi warna tersendiri bagi keberagaman Indonesia. 10. Pengaruh Budaya Asing Faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia tidak hanya bersifat internal, tetapi juga dapat dipengaruhi dari luar. Bahkan diyakini bahwa pengaruh budaya asing dapat mempercepat proses perubahan dan menambah nilai keragaman. Rupanya orang Indonesia telah mempraktekkan budaya yang berbeda dari budaya lokal dengan orang asing sampai sekarang. Misalnya, budaya Islam Jawa dipengaruhi oleh budaya Arab. Contoh Keragaman Budaya di Indonesia 1. Pakaian Adat Pakaian adat merupakan ciri khas dari beberapa suku bangsa Indonesia. Umumnya, pakaian adat dikenakan sehubungan dengan upacara adat, seperti pernikahan, di mana adat daerah diterapkan. Keanekaragaman budaya Indonesia ini telah dilestarikan dan pesatnya perkembangan fashion atau pakaian modern. Bahkan, beberapa anggota generasi sekarang memodifikasi pakaian tradisional agar terlihat trendi, bahkan saat dikenakan di acara informal. Pakaian adat Indonesia sudah menjadi simbol di setiap daerah. Tentunya setiap provinsi memiliki ciri khas pakaian adat sebagai wujud keunikan daerahnya. Warna dan corak pakaian adat Indonesia bervariasi mulai dari kombinasi warna terang hingga gelap. Selain itu, pakaian adat dari setiap daerah di Indonesia memiliki namanya masing-masing. 2. Bahasa Bahasa adalah alat komunikasi manusia berupa sistem lambang bunyi yang berasal dari alat ucap atau mulut manusia. Bahasa juga merupakan alat yang menghubungkan manusia. Peranan bahasa dalam kehidupan manusia sangat besar, hampir semua tindakan manusia membutuhkan bahasa. Bahasa dapat membantu memperoleh informasi, memperluas pengetahuan dan berkomunikasi. Banyak sekali ragam bahasa yang ada di dunia ini, hanya di Indonesia terdapat 718 ragam bahasa. Meskipun banyak jenisnya, fungsi dan tujuan bahasa tetap sama, yaitu sebagai alat komunikasi. Keanekaragaman bahasa Indonesia disebabkan oleh perbedaan latar belakang budaya, sejarah dan letak geografis Indonesia. Karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak suku, provinsi dan daerah, maka Indonesia memiliki banyak bahasa daerah. 3. Rumah Adat Rumah adat tradisional adalah bangunan atau struktur yang sengaja dibangun dan dibuat persis sama untuk setiap generasi tanpa modifikasi. Rumah adat masih dipertahankan dari segi kegunaan, aktivitas sosial dan budaya yang melatarbelakangi corak atau desain bangunannya. Setiap rumah adat yang dimiliki oleh 34 provinsi di Indonesia tentunya memiliki ciri khas tersendiri. Rumah adat itu sendiri dapat digunakan sebagai tempat tinggal atau tempat tinggal suku tertentu, dan juga dapat menjadi tempat bersejarah serta untuk melakukan upacara adat. 4. Alat Musik Tradisional Alat musik tradisional Indonesia merupakan alat musik yang diwariskan secara turun temurun dan berkembang di daerah tertentu. Dengan demikian, terdapat bukti bahwa Indonesia memiliki banyak jenis aset. Alat musik tradisional adat pada umumnya memiliki tiga fungsi, antara lain Alat musik tradisional digunakan sebagai media atau sumber dalam upacara adat yang sebenarnya diselenggarakan secara turun-temurun. Alat musik tradisional dapat menjadi musik latar untuk pertunjukan kesenian daerah. Alat musik tradisional dapat menjadi sarana ekspresi, kreasi bahkan komunikasi. Indonesia memiliki beragam alat musik tradisional dan unik yang tidak ditemukan di negara lain. Perlu diketahui bahwa banyak alat musik tradisional Indonesia yang terkenal di dunia internasional. 5. Suku Indonesia adalah negara dengan banyak suku bangsa. Seperti dikutip dari website menurut sensus tahun 2010 yang dilakukan oleh Statistics Finland, terdapat lebih dari 300 suku bangsa di Indonesia, dimana di Indonesia terdapat kurang lebih suku bangsa. Beberapa nama suku bangsa Indonesia seperti Jawa, Sunda, Batak, Betawi, Madura, Bugit, Melayu dan lain-lain. Lantas apa penyebab keragaman suku dan budaya Indonesia? Berbagai sumber menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan keragaman suku dan budaya di Indonesia. Salah satunya adalah satuan budaya suku bangsa dalam konteks etnografi juga mencakup satuan masyarakat yang mendiami suatu wilayah atau daerah administratif tertentu. Dalam konteks etnografis, unsur-unsur sejarah juga disinggung untuk mengetahui asal usul suku bangsa. Etnisitas juga dapat diidentifikasi dengan cara mendekati tempat tinggal atau wilayah suku bangsa, misalnya suku Batak yang secara historis berasal dari Sumatra. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Bangsa Indonesia adalah masyarakat yang terdiri dari beranekaragam suku bangsa yang memiliki adat istiadat yang berbeda-beda. Dari catatan yang ada, di Indonesia ini terdapat 656 suku bangsa dengan bahasa lokal 300 macam. Keanekaragaman tersebut merupakan kekayaan milik Bangsa Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan sehingga mampu memberikan warna ketentraman dan kedamaian bagi rakyat Indonesia agar ke depan tidak banyak menimbulkan persoalan yang mengancam disintegrasi bangsa. Selain itu, kebudayaan masyarakat juga mengalami dinamika perubahan yang cukup pesat karena berbagai macam perkembangan teknologi dan modernitas global. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free BUKU AJAR Ilmu sosial budaya dasar Kode Mata Kuliah Pengajar M. CHAIRUL BASRUN UMANAILO NIPS 137 030 233 E-mail chairulbasrun 085243025000 JURUSAN ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS IQRA BURU 2014 BAHAN PEMBELAJARAN VII Keragaman Dalam Dinamika Sosial Budaya A. Pendahuluan Bangsa Indonesia adalah masyarakat yang terdiri dari beranekaragam suku bangsa yang memiliki adat istiadat yang berbeda-beda. Dari catatan yang ada, di Indonesia ini terdapat 656 suku bangsa dengan bahasa lokal 300 macam. Keanekaragaman tersebut merupakan kekayaan milik Bangsa Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan sehingga mampu memberikan warna ketentraman dan kedamaian bagi rakyat Indonesia agar ke depan tidak banyak menimbulkan persoalan yang mengancam disintegrasi bangsa. Selain itu, kebudayaan masyarakat juga mengalami dinamika perubahan yang cukup pesat karena berbagai macam perkembangan teknologi dan modernitas global. Arus globalisasi yang mendera masyarakat kita memberikan pengaruh tersendiri terhadap solidaritas yang dibangun oleh masyarakat kita. Globalisasi juga memunculkan pola interaksi dan perilaku kebudayaan yang berbeda diantara kelompok masyarakat. Kondisi semacam ini memunculkan persoalan, apakah keanekaragaman di Indonesia ini akan menimbulkan masalah yang mengancam disintegrasi bangsa? Sebuah pendapat menyebutkan bahwa keanekaragaman sebuah masyarakat pada suatu saat akan menimbulkan dua hal yaitu 1. Berkembangnya perilaku konflik di antara berbagai kelompok etnik, dan 2. Kecenderungan hadirnya kekuatan/kekuasaan sebagai kekuatan pemersatu utama yang mengintegrasikan masyarakat. Dengan struktur sosial yang sedemikian komplek, sangat rasional sekali Indonesia selalu menghadapi permasalahan konflik antar etnik, kesenjangan sosial, dan sukar sekali terjadinya integrasi secara permanen. Setujukah dengan hal ini? Masyarakat Indonesia yang bercorak majemuk Plural Society yang berisikan potensi kekuatan primordial yang otoriter dan militeristik, haruslah diubah dengan multikulturalisme. Dalam multikulturalisme kelompok-kelompok budaya tersebut berada dalam kesetaraan derajat, demokratis dan toleransi sejati. Untuk itu dalam modul ini, akan mempelajari tentang pengertian masyarakat majemuk dan masyarakat multikultural, serta dampak masyarakat multikultural yang rentan terjadinya konflik. B. Uraian Bahan Pembelajaran Makna Keragaman Bagaimana keragaman manusia yang merupakan kenyataan yang tidak perlu dipermasalahkan, sehingga kesetaraan antar manusia akan mengantarkan hidup manusia menjadi enak tentram, senang hati. Persatuan dan kesatuan bangsa yang terwujud dari sejumlah suku bangsa yang semula merupakan masyarakat yang berdiri sendiri dan mendukung kebudayaan yang beraneka ragam itu perlu diperkokoh dengan kerangka acuan yang bersifat nasional, yaitu kebudayaan nasional. Suatu kebudayaan yang mampu memberi makna bagi kehidupan berbangsa dan berkepribadian, akan dapat dibanggakan sebagai identitas nasional. Akan tetapi dalam masyarakat majemuk dengan keragaman latar belakang kebudayaan seperti yang terjadi di Indonesia tidaklah mudah untuk mengembangkan suatu kebudayaan nasional hanya dengan mengandalkan pada kemampuan dan kemapanan masyarakat semata-mata. Oleh karena itu kebudayaan nasional yang hendak dikembangkan itu telah ditetapkan landasan dan arah tujuannya yang dituangkan dalam penjelasan pasal 32 UUD 45 yang berbunyi. "Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan dengan tidak menolakbahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia". Berdasarkan penjelasan tersebut, nyatalah bahwa perkembangan kebudayaan bangsa yang hendak dimajukan itu terselenggara tanpa ketentuan arah serta tanpa memperhatikan keberagaman masyarakat dengan segala kebutuhan yang timbul dalam proses perkembangan masyarakat bangsa. Meskipun menurut sejarah, masyarakat Indonesia relatif berasal dari nenek moyang yang sama, tetapi karena keadaan geografiknya, akhirnya masyarakat Indonesia bersifat majemuk. Kondisi geografik yang menjadi penyebab kemajemukan masyarakat, adalah 1. Bentuk wilayah yang berupa kepulauan. Kondisi ini mengakibatkan, meskipun berasal dari nenek moyang yang sama, tetapi akhirnya mereka terpisah-pisah di pulau-pulau yang saling berbeda, sehingga masing-masing terisolasi dan mengembangkan kebudayaan sendiri. 2. Jadilah masyarakat Indonesia mengalami kemajemukan ethnik atau sukubangsa. 3. Letak wilayah yang strategis, di antara dua benua dan dua samudera, kondisi ini mengakibatkan Indonesia banyak didatangi oleh orang-orang asing yang membawa pengaruh unsur kebudayaan, antara lain yang paling menonjol– adalah agama. Kondisi ini mengakibatkan masyarakat Indonesia majemuk dalam hal agama. Lima agama besar dunia ada di Indonesia. Lima agama besar yang dimaksud adalah 1 Hindu pengaaruh India, 2 Budha pengaruh bangsa-bangsa Asia, 3 Katholik pengaruh kedatangan bangsa portugis, 4 Kristen pengaruh kedatangan bangsa Belanda, dan 5 Islam pengaruh masuknya pedagang-pedagang dari Timur Tengah. 4. Variasi iklim, jenis serta kesuburan tanah yang berbeda di antara beberapa tempat, misalnya daerah Indonesia bagian Timur yang lebih kering, tumbuh menjadi sukubangsa peternak, daerah Jawa dan Sumatra yang dipengaruhi vulkanisme tumbuh menjadi daerah dengan masyarajat yang hidup dari bercocok tanam. Variasi iklim dan jenis serta kesuburan tanah ini mengakibatkan masyarakat Indonesia majemuk dalam hal kultur, antara lain cara hidup. Kemajemukan Dalam Dinamika Sosial Budaya Etnik Atau Suku Bangsa Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan yang lainnya Soerjono Soekanto, 2006 22. Beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan masyarakat memiliki arti ikut serta atau berpartisipasi, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut society. Bisa dikatakan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia yang berinteraksi dalam suatu hubungan sosial. Mereka mempunyai kesamaan budaya, wilayah, dan identitas, mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan. Istilah adat istiadat seringkali diganti dengan adat kebiasaan, namun pada dasarnya artinya tetap sama, jika mendengar kata adat istiadat biasanya aktivitas individu dalam suatu masyarakat dan aktivitas selalu berulang dalam jangka waktu tertentu. Menurut Soleman B. Taneko 1987 12, adat istiadat dalam ilmu hukum ada perbedaan antara adat istiadat dan hukum adat. Suatu adat istiadat yang hidup menjadi tradisi dalam masyarakat dapat berubah dan diakui sebagai peraturan hukum hukum adat. Pandangan bahwa agama memberi pengaruh dalam proses terwujudnya hukum adat, pada dasarnya bertentangan dengan konsepsi yang diberikan oleh Van den Berg yang dengan teori reception in complex menurut pandangan adat istiadat suatu tradisi dan kebiasaan nenek moyang kita yang sampai sekarang masih dipertahankan untuk mengenang nenek moyang kita juga sebagai keanekaragaman budaya. Istilah adat istiadat seringkali diganti dengan adat kebiasaan, namun pada dasarnya artinya tetap sama. Jika mendengar kata adat istiadat biasanya aktivitas individu dalam suatu masyarakat dan aktivitas ini selalu berulang kembali dalam jangka waktu tertentu bisa harian, mingguan, bulanan, tahunan dan seterusnya, sehingga membentuk suatu pola tertentu. C. Penutup Seperti yang kita tahu, di Indonesia, terdapat berbagai macam kebudayaan yang berasal dari hampir seluruh sukubangsa. Hal ini mungkinkah terwujud sebagai masyarakat multikultural? Syarat terwujudnya masyarakat multikultural adalah apabila warganya dapat hidup berdampingan, toleransi dan saling menghargai. Nilai-nilai tersebut harus dijadikan pedoman untuk bertindak, baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik maupun tindakan individual. Di antara prinsip mendasar dari demokrasi yang patut dikembangkan di Indonesia adalah kesetaraan derajat individu, kebebasan, toleransi terhadap perbedaan, konflik dan konsensus, hukum yang adil dan beradab serta perikemanusiaan. Kebudayaan Indonesia secara sempit dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum terbentuknya Bangsa Indonesia pada tahun 1945. Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia adalah merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia. Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Buddha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi. Masalah yang biasanya dihadapi oleh masyarakat majemuk adalah adanya persentuhan dan saling hubungan antara kebudayaan suku bangsa dengan kebudayaan umum lokal, dan dengan kebudayaan nasional. Diantara hubungan-hubungan ini yang paling kritis adalah hubungan antara kebudayaan suku bangsa dan umum lokal di satu pihak dan kebudayaan nasional di pihak lain. Pemaksaan untuk merubah tata nilai atau upaya penyeragaman budaya seringkali dapat memperkuat penolakan dari budaya-budaya daerah, atau yang lebih parah bila upaya mempertahankan tersebut, justru disertai dengan semakin menguatnya Etnosentrime. Latihan 1. Jelaskan makna keberagaman? 2. Jelaskan kemajemukan dalam dinamika sosial budaya? 3. Berikan penjelasan tentang kemajemukan budaya di Indonesia? 4. Berikan penjelasan tentang masyarakat Indonesia yang bercorak majemuk Plural Society? 5. Jelaskan dua hal yang ditumbulkan akibat keanekaragaman dari sebuah masyarakat? ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
keanekaragaman suku bahasa dan kebudayaan dikarenakan letak