Cerita Laila Majnun ini sangat dikenal di Indonesia. Namun banyak yang tidak tahu, pengarangnya berasal dari Azerbaijan," kata Duta Besar Mirzayev dalam pertemuan ketika diterima jajaran PWI Pusat, di Kantor PWI Pusat, Jakarta pada Jumat (19/3). Baca Juga : PWI Kecam Pembunuhan Wartawati Shireen Abu Akleh, Desak ICC Lakukan Investigasi
KATAPENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul โAnalisis Gaya Bahasa pada Novel Layla dan Majnun Karya Syekh Nizami Ganjavi (Kajian Stilistika)โ. Shalawat serta salam tak lupa
WahaiLayla kekasihku Berjanjilah pada keagungan cinta agar sayap jiwamu dapat terbang bebas Melayanglah bersama cinta laksana anak
LaylaMajnun sendiri adalah syair-syair liris tentang kisah kasih tak sampai Qais dan sepupunya Layla yang melegenda di arabia dan Persia abad 12. Laila Majnun, Legenda Cinta dari Persia . 8 Desember 2020 20:47 Diperbarui: 28 April 2021 07:05 1679 2 0 + Laporkan Konten. Laporkan Akun. Lihat foto Buku Layla Majnun. | dok. pribadi
Laila& Majnun Bab 1 1. Alkisah, pada zaman dahulu di negeri Arab, hiduplah seorang pemimpin kabilah, seorang Sayid yang sangat termasyhur. Bani Amir nama kabilah itu. Nama gadis itu adalah Laila, berasal dari kata bahasa Arab โlail,โ yang berarti โmalam,โ karena di bawah bayangan rambutnya, wajahnya bersinar bagaikan bulan purnama
Vay Nhanh Fast Money. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Laila Majnun ; Legenda Cinta Dari PersiaSuatu hari Ibnu Sina bersama teman-temannya melakukan perjalanan di sebuah kota. Dalam perjalanan itu, Ibnu Sina dan teman-temannya bertemu dengan seorang bijak dan alim bernama Hayy bin Yaqzhan. Karena sangat tertarik dengan keilmuan dan kepribadian Hayy, Ibnu Sina pun memohon kepada Hayy untuk bisa menemani perjalanan Hayy, kemanapun dia mau pergi. Hayy yang mengerti kapasitas Ibnu Sina dalam sekilas pandangannya, menola permintaan Ibnu Sina tersebut. Kepada Ibn Sina, Hayy menjelaskan bahwa tidak mungkin Ibnu Sina bisa mengikutinya karena Ibnu Sina masih sangat terikat dengan teman-teman yang mengirinya. Cerita diatas bukanlah cerita sesungguhnya tentang Ibn Sina. Namun itu adalah novel alegoris Ibnu Sina sendiri dalam bukunya yang berjudul Hayy bin Yaqzhan. Dalam novel tersebut, profil Ibnu Sina adalah wakil dari orang yang serba sangat rasional. Sementara teman-teman Ibnu Sina adalah orang yang terlalu berkutat dengan hal-hal indrawi atau mengikuti segala keinginnya. Sementara Hayy adalah sufi bijak dan alim. Jadi meski Ibnu Sina adalah orang yang pintar dan rasional, dia tidak akan pernah bisa mengikuti jejak Hayy yang alim dan bijak karena Ibnu Sina masih terikat dengan hal-hal bendawi dan mengikuti hawa Hayy bin Yaqzhan yang lain datang dari Ibnu Thufail. Seorang filosof Andalusia, dokter dan penasehat kerajaan yang juga dikenal sangat alim dan cerdas. Ibn Thufail yang hidup sepanjang 1110-1185. Dalam novel nya yang juga berjudul Hayy bin Yaqzhan, Ibn Thufail menceritakan seorang Hayy yang hidup di sebuah pulau terpencil dan hanya diasuh oleh seorang Rusa ketika Rusa betina yang selama ini mengasuh Hayy, meninggal dan ketika melihat jasad Rusa tersebut, Hayy mendapat pelajaran penting tentang jasad dan jiwa. H ayy berkesimpulan mestinya dalam hidup ini ada sesuatu yang tidak terlihat tapi itulah yang menjadi penggerak utama. Kesimpulan itu datang karena Rusa yang mengasuhnya sudah tidak bisa bergerak lagi, namun semua organ tubuh nya masih lengkap sempurna. Tidak ada yang itu Hayy bertemu dengan Absal yang alim dan bijak yang mau bertafakur di pulau tempat Hayytinggal. Dari Absal lah Hayy mendapat berbagai macam pencerahan tentang apa itu Allah, Quran, Sunnah, Nabi dan merasa apa yang dipaparkan Absal itu tidak jauh berbeda dengan hasil refleksinya selama ini. Setelah itu Hayy mengikuti saran Absal untuk menyebarkan hasil refleksinya ke dunia luar dan bertemu dengan Salaman yang mempunyai pengikut yang banyak. Namun Hayy kesulitan menyebarkan hasil refleksinya yang sangat substansial tersebut. Banyak orang yang tidak bisa menerima cara pandang Hayy tentang agama. 1 2 3 4 Lihat Sosbud Selengkapnya
Novel Layla Majnun adalah sebuah novel yang cukup laris disepanjang zaman. Bahkan menjadi perbincangan dari generasi ke generasi juga menjadi objek penelitian kritikus sastra di berbagai belahan dunia. Penasaran dengan isi bukunya? Kamu bisa baca resensi novel Layla Majnun di artikel ini. Di sini akan di bahas berbagai unsur penting dalam novel agar kamu lebih paham lebih dalam novel ini. Mulai dari identitas hingga pesan moral dalam novel akan di bahas lengkap. Yuk. Simak penjelasannya di bawah ini! Identitas Novel Laila Majnun Judul NovelLayla MajnunPenulisNizami GanjaviJumlah halaman236 halamanUkuran buku13ร19 cmPenerbitPT. Navila YogyakartaKategoriFiksi RomanceTahun Terbit2010Harga novelRp. Novel legendaris dan terkenal ini di tulis oleh Nizami Ganjavi dan diterbitkan pada tahun 2010. Novel dengan ketebalan 236 halaman ini mampu membuat kamu menitikkan air mata karena kisahnya yang mengharukan. Novel ini diterbitkan oleh PT. Navila Yogyakarta. Sinopsis Novel Laila Majnun Duhai betapa dunia akan bermuram durja Bila engkau tidak pernah berkunjung ke rumah seorang kekasihDan tidak memiliki kekasih untuk menghiburmu Novel ini mengisahkan kisah percintaan antara Layla dan Majnun yaitu dua insan yang memiliki ketulusan cinta yang telah membuat mereka menjadi pecinta sejati. Tak terbatas cinta pada sang kekasih tapi juga semangat cinta telah dibuat Qays dan Layla menjadi mencintai alam dan cinta perdamaian. Cinta alihh-alih membelenggu justru membebaskan mereka dari nafsu keduniaan. Inilah kisah perjuangan pencarian terhadap kesejatian cinta. Kisah cinta dua anak manusia yang membuka mata hati kamu untuk memaknai perjuangan cinta mempertahankan cinta sejatinya serta makna cinta yang membuat kamu yakin akan kekuatan cinta. Cinta mereka yang terhalang oleh permusuhan antara dua kubu. Membuat mereka terluka. Dimana Layla yang harus menerima perjodohan dari lelaki lain hingga ia harus menderita karena bukan cinta ini yang diinginkan. Mendengar kabar kekasihnya telah tiada membuat Qays tak bisa menerima dengan ikhlas. Karena kekasih hatinya merupakan cinta sejatinya sehingga kekacauan di dirinya menjadikannya mendapat julukan Majnun alias โgilaโ. Lalu bagaimana kelanjutan kisahnya? Yuk, baca novel Layla Majnun di jamin bikin baper dan tersentuh. Unsur Intrinsik Novel Laila Majnun Dalam resensi tentunya di dalamnya terdapat unsur intrinsik yang membangun novel tersebut. Seperti tema, tokoh dan penokohan hingga amanat yang terkandung. Dalam resensi novel Laila Majnun juga memiliki unsur intrinsik di dalamnya, yaitu adalah 1. Tema Tema yang diangkat dalam novel ini adalah tentang cinta sejati dari dua insan yang memperjuangkan cinta sejatinya. 2. Tokoh dan Penokohan Berikut beberapa tokoh yang terdapat dalam novel Laila Majnun diantaranya adalah Layla, ia meruapkan gadis yang cantik yang sabar dan penurut akan tetapi ia lemah tidak bisa menolak permintaan ayahnya Qays, ia memiliki sifat yang mudah putus asa dan gila karena cinta Naufal, ia pengembara yang terkenal memiliki sifat pemberani, bersahabat, baik dna jujur Ibnu Salam, suami Layla yang sabar menunggu sampai Layla mencintainya Seyh Omri, ayah majnun yang bijaksana, namun memuja harta, dan memiliki harga diri yang tinggi Ayah Layla, tegas, dan memiliki pendirian dan menajga harga diri bani Qathibah. Dan masih banyak tokoh lainnya 3. Alur Alur yang di gunakan dalam novel Layla Majnun yaitu menggunakan latar maju atau progresif. 4. Latar Waktu Latar waktu yang digunakan dalam novel yaitu pagi, siang, sore dan malam hari. 5. Latar Tempat Latar tempat yang digunakan dalam novel yaitu di jazirah Arab, antara Mekah, Madinah, dan Najed. 6. Sudut Pandang Sudut pandang yang digunakan dalam novel Layla Majnun ini yaitu menggunakan sudut pandang orang ketiga yang serba tahu. 7. Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan dalam novel yaitu menggunakan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh semua kalangan. Dan banyak menggunakan gaya bahasa perumpamaan dan perbandingan. di tambah beberapa majas simile, dan personifikasi. 8. Amanat Dalam cerita kita telah memahami makna cinta yang sesungguhnya namun jangan sampai terperangkap oleh duri cinta yang mengandung racun sehingga kita lupa akan segalanya. Selain itu, kita bisa memetik pelajaran kita tidak butuh harta maupun kekayaan melimpah karena tidak bisa ditukar dengan keindahan yang dirasakan oleh Qays. Unsur Ekstrinsik Novel Laila Majnun Berikut merupakan unsur ekstrinsik yang terdapat dalam novel Layla Majnun, diantaranya adalah 1. Nilai Sosial Nilai sosial yang terkandung yaitu dimana kita jangan merasa sombong dan membanggakan diri karena memiliki harta yang banyak dan menghina orang lain. Karena harta tak bisa mengembalikan kewarasan seseorang untuk bahagia. 2. Nilai Moral Kisah cinta Layla yang sangat mencintai Qays meski hingga tutup usia ia tidak bisa menggapainya. Ia tetap setia pada satu cinta yaitu Qays seorang. Kesetiaan Layla sangat menggugah hati para pembaca Kelebihan Novel Laila Majnun Mengajarkan kita makna cinta sesungguhnya Sebuah cerita yang sangat menarik dan mengisnpirasi dalam setianya Kata-katanya ringan dan mudah di pahami Banyak kata-kata puitis yang indah Alur enak diikuti Kekurangan Novel Laila Majnun Kurang tebal Ending cerita kurang bagus Gaya bahasa pada syair digunakan cukup sulit di pahami Pesan Moral Novel Laila Majnun Terakhir dari resensi novel Layla Majnun yaitu pesan moral yang terkandung di dalam novel tersebut adalah Dalam cerita kita telah memahami makna cinta yang sesungguhnya namun jangan sampai terperangkap oleh duri cinta yang mengandung racun sehingga kita lupa akan segalanya. Selain itu, kita bisa memetik pelajaran kita tidak butuh harta maupun kekayaan melimpah karena tidak bisa ditukar dengan keindahan yang dirasakan oleh Qays
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Laila Majnun, adalah kisah percintaan dramatis berlatar belakang tradisi Arab pada abad pertengahan, antara Laila puteri bangsawan yang cantik jelita dengan Majnun putera hartawan yang budiman. Hubungan cinta kedua sejoli ini bergetar ketika umur Laila 12 tahun dan Majnun 13 tahun. Percintaan yang terlalu dini ini tidak direstui oleh keluarga kedua belah pihak, sehingga terjadilah pemutusan hubungan. Laila dikurung ketat di dalam kamarnya sehingga Majnun tak dapat lagi menemuinya. Jangankan berbicara dengannya, mendengar suaranya pun tak bisa lagi. Hanya bayang-bayang yang menyiksa diriโฆ.Situasi itu membuat Majnun menjadi puitis, bahkan mulai miring- miring. Orang sekampung menganggapnya gila majnun artinya gila, karena ia selalu bicara bergaya puisi mengenai Laila. Dengan susunan kata-kata dalam kehampaan yang indah. Dalam kegilaan tak tertahankan itu, Majnun memutuskan untuk membuang hidupnya, mengembara seorang diri di padang pasir yang kejam, tidur menjelapak di reruntuhan bangunan tua, campur-baur dengan serigala. Yang dilakukannya setiap hari hanyalah merenungi nasib, meratapi cinta, menyebut-nyebut nama Laila. Jika ada orang bertemu dengannya ia langsung membacakan puisi tentang Laila. Jika ada angin bertiup dari arah desa Laila, ia menadahkan badannya untuk menghirup sebanyak-banyaknya angin yang telah menyentuh Laila sebelumnya. Hanya Laila dalam setiap tarikan nafasnya, oโฆ, hanya ada Laila!Ketika ia mendengar kabar Laila telah dinikahkan oleh orangtuanya kepada lelaki lain, Majnun menangis sejadi-jadinya. Ialah tangisan yang merobek langit, mencerca rembulan, memaki bumi. Akan tetapi di akhir tangisan itu ia memperoleh pencerahan, ialah pemahaman mengenai makna cinta, kasih sayang, rindu dan kekasih, dalam arti yang setinggi-tingginya. Pada akhirnya ia tersenyum bahagia menikmati indahnya hubungan cintanya dengan Laila. Di pihak lain, Laila berkata kepada suaminya itu bahwa ia takkan pernah menjadi isteri bagi suaminya, sebagaimana lazimnya. โSegeralah cari perempuan lain!โ ia berkata. Dan hanya itulah perkataan yang pernah diucapkannya kepada suaminya itu, selanjutnya mereka tak pernah memiliki hubungan dalam hal apa pun!Laila dan Majnun pernah bertemu dalam satu kesempatan. Ketika itu mereka hanya mampu saling berpandangan, dan Majnun menunjukkan penderitaannya sebagai orang gila sebagai bukti cintanya. Sebagai balasannya Laila berkata โEngkau dapat melampiaskan kerinduanmu dengan puisi, dengan berlaku gila, dengan berteriak sesuka hati. Tetapi aku memendamnya seorang diri, membiarkan api membakar tubuhku dari dalam, bertahun-tahun. Jadi, siapa di antara kita yang paling menderita?โItu adalah pertemuan terakhir mereka. Ketika mendapat kabar Laila meninggal dunia, Majnun datang menjiarahi makamnya. Di pusara itu sekali lagi Majnun menangis, menyandarkan kepalanya di atas pusara itu, dalam nikmat cinta. Ia membiarkan takdir menjemputnya dalam kerelaan untuk menyempurnakan kebahagiaanya dalam memiliki kekasih. Majnun pun meninggal dunia di pusara itu dengan tenang, tanpa seorang pun tahu!*****Pengarang Kisah Laila Majnun adalah seorang ulama sufi, Syech Maulana Hakim Nizhami, lahir di Kota Ganje, Ajerbaijan pada tahun 1155 M dan meninggal pada tahun 1223 M. Nizhami belajar Ilmu Sufi langsung kepada Nabi Chidir As. Kisah Laila Mjnun sendiri berlatar belakang Kota Baghdad, Iraq, sebelum datangnya serangan Byzantium yang menandai bangkitnya Kerajaan Romawi Konstantinopel. Kisah Laila Majnun yang karya aslinya terdiri dari 4500 sajak, telah menjadi bacaan populer ummat manusia selama berabad-abad, bahkan sampai hari ini. Kisah itu pula dipercaya telah mengilhami Williem Shakespeare ketika meciptakan naskah drama klasik Romeo dan Juliet, juga mengilhami Max Havelaar dalam Saijah dan Adinda. Rama dan Shinta, Tom and Jerry, dan sebagainya. Bahkan gaya bahasa pujangga dunia Khalil Gibran asal Lebanon dengan prosa liriknya yang terkenal, sangat kental mengadopsi gaya bahasa Laila Majnun. Berikut kutipan sajak yang dibacakan oleh Majnun dalam kegilaannyaโOh, lilin jiwaku. Jangan kau siksa diriku ketika aku mengelilingimu. Kau telah memikatku, merampas tidurku, akalku juga tubuhku.โLaila adalah cahaya malam, Majnun adalah sebatang lilin. Laila adalah keindahan, Majnun adalah kerinduan. Laila menabur benih cinta, Majnun menyiraminya dengan air mata. Laila memegang cawan cinta, Majnun berdiri mabuk oleh aromanya.โAku bagaikan orang yang kehausan. Kau pimpin aku menuju sungai Eufrat, lalu sebelum sempat aku minum, kau menarikku dan kembali ke kawasan panas membara. Padang pasir yang tandus. Kau mengajakku ke meja jamuan, tapi tidak pernah mempersilakanku makan! Mengapa kau menampakkannya kepadaku di awal, jika tidak pernah berniat untuk membiarkan aku memiliki hartaku.?โBanyak pengamat menilai, cinta dan kasih sayangโ dalam kisah Laila Majnun ini adalah cara berekpressi pengarangnya, Syech Maulana Hakim Nizhami, dalam mencintai Tuhannya. Selamat Siang, KompasianaSumber bacaan Laila Lihat Filsafat Selengkapnya
Teman-teman semua, tulisan kali ini masih berkaitan dengan Kisah Layla Majnun, namun kita akan fokus pada Layla Majnun Quotes. Quotes-quotes ini di ambil dari Cerita Layla Majnun karya Nizami. Ingin tau selengkapnya, silahkan untuk melanjutkan membaca artikel ini! Catatan buat pembacaPada setiap tulisan dalam semua tulisan yang berawalan โdiโ sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini. Baca Juga Era Gemilang Sains yang Terlupakan Daftar Isi 1Kumpulan Layla Majnun Quotes oleh NizamiQuotes 1. Syair cinta Majnun Quotes 2. Puisi cinta LaylaLayla Majnun Quotes 3. Syair cinta ketidakberdayaan MajnunQuotes 4. Puisi keinginan untuk bertemu dari MajnunLayla Majnun Quotes 5. Syair Penderitaan Cinta dari MajnunQuotes 6. Syair cinta itu kebebasan dari MajnunLayla Majnun Quotes 7. Syair cinta tentang Jarak Quotes 8. Syair cinta tentang tanda kehadirannyaLayla Majnun Quotes 9. Syair tentang Keteguhan Hati Quotes 10. Syair Jiwa Pecinta Layla Majnun Quotes 11. Syair cinta LaylaQuotes 12. Syair tentang tiada yang lainLayla Majnun Quotes 13. Puisi Penyemangat HidupQuotes 14. Syair untuk AyahLayla Majnun Quotes 15. Syair cinta Majnun di Tanah SuciDoa Majnun di depan KaโbahQuotes 17. Syair Majnun ditinggal Nikah Syair Balasan Layla yang Menikah dengan Orang Lain Layla Majnun Quotes 19. Surat Cinta dari LaylaQuotes 20. Syair Ketidakberdayaan MajnunPesan Layla kepada Ibunya menjelang MeninggalQuotes 22. Puisi Majnun di Pusara Layla Kumpulan Layla Majnun Quotes oleh Nizami Tulisan ini sebenarnya masih dalam bentuk puisi atau syair yang belum sepenuhnya merupakan Quotes. Syair atau puisi diambil oleh Nizam dari surat yang dikirim oleh Majnun maupun oleh Layla. Silahkan teman-teman meramu kataโ kalimatnyaโ, mudah-mudahan bisa jadi Quotes yang menarik dan menginspirasi. Baca Juga Mengistirahatkan Pikiran Agar Hidup Lebih Tenang Quotes 1. Syair cinta Majnun Majnun ini di kenal pintar membuat syair-syair yang indah. Majnun dalam kegilaannya sering di kerumuni orang-orang karena syairnya yang indah. Memang karena cinta itu membuat orang puitis. Berlalu masa, saat orang-orang pada ku memohon pertolongan, dan kini, adakah penolong yang akan mengabarkan, rahasia jiwa pada Layla? Wahai Layla, cinta telah membuatku lemah tak berdaya, seperti anak hilang, jauh dari keluarga dan tidak memiliki apa-apa. Cinta laksana air yang menetes menimpa bebatuan. Waktu berlalu dan bebatuan itu akan hancur berkepingan, berserat bagai kaca berpecahan. Begitulah cinta yang engkau bawa kepadaku, dan kini telah hancur binasa hatiku, hingga orang-orang memanggilku si gila yang suka merintih dan menangis sedih. Mereka mengatakan aku telah tersesat, Wahai mana mungkin cinta akan menyesatkan, jiwa mereka sebenarnya yang kering laksana dedaunan di terpa panas mentari siang. Bagiku cinta adalah keindahan yang membuat mata tak bisa terpejam, Pemuda mana yang bisa selamat dari api cinta. Quotes 2. Puisi cinta Layla Layla pada beberapa kesempatan juga mengeluarkan puisi-puisi. Di mana puisi-puisinya kebanyakan lewat surat yang di kirimkan pada Majnun, salah satunya adalah, โSemua yang tampak dari manusia adalah kebencian, namun cinta telah memberikan kekuatan. Tulisan ini sebenarnya pelajaran dari Nizami, โkalau kalian memang sedang jatuh cinta sama Allah, maka akan keluar secara otomatis dari mulutmu nama Allah. Kamu sengaja atau tidak pasti akan keluar, makanya latihanlah jatuh cinta, agar jiwamu pahamโ. Layla Majnun Quotes 3. Syair cinta ketidakberdayaan Majnun Orang tuanya mengancam, dengan niat jahat, kejam, tiada lagi harap pertemuan. Ayahku dan ayahnya sesak dada dan sakit hati mereka, bukan karena apa-apa, hanya karena aku mencintai Layla. Mereka menganggap cinta adalah dosa, Cinta bagi mereka adalah noda yang harus di basuh musnah, padahal hatiku telah menjadi tawanannya, dan ia juga merindukanku. Cinta masuk ke dalam sanubari tanpa kami undang, bagai Ilham dari langit yang datang menerjang, lalu bersemayam dalam jiwa, dan kini kami akan mati karenanya. Karena cinta telah melilit seluruh padaku, siapa orangnya yang bisa bebas dari penyakit cinta? Quotes 4. Puisi keinginan untuk bertemu dari Majnun Duhai betapa besar bahaya aku undang, sekedar untuk bertemu denganmu, kukorbankan segala yang ada padaku, kuubah diriku hingga engkau pun tak mengenaliku, kuayunkan langkah dengan tetes air mata, dan setelah memasuki perkampunganmu, kubuang semua tanda yang membuat orang mengenaliku. Kuikat diriku dengan rantai baja, bagai budak hina, berjalan menengadahkan tangan meminta sedekah, dan bocah-bocah itu tiada suka melihatku, mereka berkumpul mengelilingiku, menghardik dan melempariku seperti anjing pengganggu. Syair majnun ketika sudah bertemu layla. Kini aku hadir di dekatmu, wahai Layla, tak mampu kutahan air mataku,kasihanilah kelemahanku, begitu berat penderitaanku. Layla Majnun Quotes 5. Syair Penderitaan Cinta dari Majnun Rumah ku telah menjadi bara api bagi jiwaku. Tetapi wahai Layla aku akan senantiasa berada di sisimu. Semoga kasih sayang Allah di limpahkan kepadamu. Wahai pecinta yang malang, Kerabatku menganggap aku mempermalukan mereka, teman-temanku pun gemetar jika mendengar namaku. Duhai cawan anggur yang ada di genggaman, kini jatuh berantakan. Telah kutinggalkan sanak saudara dan orang tua, sedang kekasihku pun jauh di sana. Namun aku tidak akan menyerah walau kesulitan demi kesulitan mendera. Orang yang tidak merasakan kesengsaraan, tidak akan menikmati arti kesenangan, dan orang yang tidak pernah di himpitkan kesedihan, mereka tidak akan dapat memahami hati yang sedang merana sendirian. Quotes 6. Syair cinta itu kebebasan dari Majnun Pelajaran berikutnya dari Majnun melalui syair-syairnya adalah bahwa cinta itu Kebebasan, Wahai Layla kekasihku, berjanjilah pada keagungan cinta, agar sayap jiwamu dapat terbang leluasa, melayanglah bersama cinta laksana anak panah menuju sasarannya. Cinta tidak pernah membelenggu, karena Cinta adalah pembebas, yang akan melepaskan simpul-simpul keberadaan, cinta adalah pembebas dari segala belenggu. Banyak racun yang harus kita telan untuk menambah nikmatnya Cinta, atas nama cinta, racun yang pahit pun terasa manisnya. Bertahanlah kekasihku dunia di ciptakan untuk kaum pecinta, dunia ini ada karena cinta. Layla Majnun Quotes 7. Syair cinta tentang Jarak Bila dekat rumahnya Layla, aku merasa terbebani, tapi bila aku jauh darinya aku merasa sedih, sehingga dekat maupun jauh, bersemayam rindu dan gelisah. Saat dia berjanji, cintaku kian menggebu menanti, saat dia tidak janji aku mati menanti datangnya janji, sehingga jauh maupun dekat hanya dia di angan. Namun jarak dekat atau jauh belum menyembuhkan apa yang kami rasakan, sungguhpun ternyata dekat dengannya lebih baik ketimbang jauh darinya. Quotes 8. Syair cinta tentang tanda kehadirannya Pelajaran selanjutnya itu, dari syair Majnun tentang Tanda Kehadiran, Aku berjalan melintasi rumahnya Layla, kucium dinding itu, dinding itu, semua sudut-sudut rumah titik-titiknya diciumi. Cinta di dadaku bukanlah untuk dinding rumah, namun cinta pada siapa yang tinggal di dalamnya. Layla Majnun Quotes 9. Syair tentang Keteguhan Hati Selanjutnya Majnun semakin tak karuan, itu menjadi pemicu lahirnya syair-syair yang indah dan penuh makna tentang Keteguhan Hati,โ Waktu terus berlalu, usia makin bertambah, namun jiwaku yang terbakar rindu belum sembuh jua, bahkan semakin parah. Bila kami di takdirkan berjumpa, akan kugandeng lengannya, berjalan bertelanjang kaki, menuju kesunyian, sambil memanjatkan doa-doa pujian. Cinta, kasih dan sayang telah menyatu, mengalir bersama aliran darah di tubuhku. Cinta bukanlah harapan atau ratapan, walau tiada harapan, aku akan tetap mencintainya. Sampaikan salamku pada dia, wahai angin malam, katakan aku akan tetap menunggu, hingga ajal datang menjelang. Pelajaran yang bisa diambil adalah, bahwa cinta itu efeknya kesetiaan. Quotes 10. Syair Jiwa Pecinta Pelajaran selanjutnya dari Kisah Layla Majnun adalah tentang bagaimana Jiwa Pecinta, Jiwa pecinta itu jiwa rindu pada yang di cinta, akan merasa sakit karena rindu di dada, sebab pecinta selalu ingin bersama, tapi halangan tiada henti. Pecinta seperti burung merpati, walau terbang bebas di angkasa luas, tetap saja kembali pada kekasihnya, atau laksana ikan tuna, tetap tabah walau di permainkan gelombang, timbul tenggelam di lautan. Walau selalu di caci dan di cela, batin menjerit tubuh binasa. Meski lapar dan disia-siakan, namun jiwa pecinta akan selalu mamaafkan. Pecinta tidak membutuhkan pujian, pengorbanan pecinta tidak akan sia-sia. Kulihat bintang kutub dan bintang kejora, di mana pula cinta. Sekecil apapun, coiinta tetap berkuasa di singgasana jiwa, dan bagi pecinta, Kebahagiaan dan kesedihan sama indahnya, karena cinta sejati tidak mengenal dan jiwanya akan tetap bersama, andaipun tidak di dunia, pasti jiwa kami akan bersatu di liang barzah, dan kelak akan di bangkitkan bersama, hingga dapat bersatu selama-lamanya. Mataku berkorban untuknya, dengan segenap curahan air mata, berharap liang lahatnya adalah liang lahat ku,agar jenazah kita bersatu. Layla Majnun Quotes 11. Syair cinta Layla Layla ini protes, jangan di kira hanya Majnun yang segalau itu, aku pun juga sama galaunya hanya aku tidak seperti Majnun. Bisa bebas keluar, Bila kakiku terperosok, aku menyebut namanya, aku bermimpi dalam tidurku hidup bersama dia. Apabila di sebut namanya, hilanglah kekuatan jiwa, hatiku seperti sirna di telan namanya. Demi Allah, hampir saja aku gila karena memikirkannya, makin lama dadaku makin sesak karena rindu gelisah. Kaumku mengancam, jika aku tak berhenti menyebut namanya, maka darahnya akan tumpah, bunuhlah aku dan biarkan dia, setelah nyawaku melayang, janganlah kalian hina dia, cukuplah apa yang ia derita karena cinta. Mungkin ia akan menuduhku tidak setia dengan janji, dan aku tidak akan mampu mencegahnya, kucampur tinta dengan air mata, untuk menulis surat padanya. Inilah saat kukuburkan jiwaku untuknya, aku khawatir jika ajalku tiba, tak dapat memandang wajahnya.โ Quotes 12. Syair tentang tiada yang lain Atas hal tersebut, kemudian lahir lagi syair-syair Majnun tentang โTiada yang Lainโ, Mungkin engkau di beri dua cawan minuman, satu cawan kebencian, agar engkau lupa padaku, yang satu anggur kesenangan, agar engkau menerima orang lain sebagai gantiku. Duhai kekasihku, kuingatkan dirimu jangan rusakkan ikatan, yang orang lain selalu ingin menyempurnakan, kelak engkau akan melihat beda antara cinta dan nafsu. Wahai Layla, nafsu akan melemahkan hati, ia akan terus menggoda dan merayu, namun kelak akan menyesal, sedih tak berkesudahan, jiwa yang dipenuhi kebencian, tak akan pernah menjadi mulia, ia tak akan puas, bila yang di harapkan tak di dapat. Sedang diriku Layla, demi Allah, tali kasih yang telah bersemi, akan kusiram dan kupupuk, agar cinta yang kau berikan tetap terjaga selamanya, dan aku haramkan atas diriku juga, segala yang engkau tidak suka. Jangan kau biarkan jiwaku hancur karena murkamu, karena ku tak sanggup menerima amarahmu, bahkan gunung pun akan hancur karena kemarahanmu. Buanglah dalam dirimu segala keraguan, karena cinta tak bisa bersanding dengan kebimbangan. Aku akan selalu menjaga tali cinta kita, walau kau tak disisiku, namun aku yakin cintamu selalu hadir di hatiku. Layla Majnun Quotes 13. Puisi Penyemangat Hidup Maka Majnun terus membaca munajat ini, dan setiap kali selesai membacanya itu, kekuatannya kembali lagi. Katanya Majnun, Tuhan, apalagi yang dapat aku lakukan, aku telah lelah dan tubuhku melemah. Aku memohon dengan kekuatan-Mu, ringankanlah langkah kaki Layla untuk menemui diriku yang tidak berdaya ini. Wahai Tuhan! Aku adalah hamba-Mu, apalah guna hidupku jika harus menanggung beban seperti ini. Tunjukkanlah kemulaiaan-Mu, turunkanlah berkah-Mu, agar jiwaku dapat hidup kembali, terhindar dari lembah kematian, dan memperoleh kekuatan untuk melangkah menemui kekasihku. Wahai Layla! Aku tahu engkau terpenjara dalam lingkungan keluarga yang mengasihimu, tapi mengapa engkau tak hendak melihat diriku yang terlunta-lunta di padang gersang? Aku hidup terasing, orang-orang menganggapku gila, mereka menista dan menjauhiku. Duhai kekasihku! Cinta telah mengambil jiwaku dan menyandingkannya dengan jiwamu. Aku tidak akan mempedulikan anggapan orang, aku hanya memohon padamu kuatkanlah tali pengikat jiwa kita, jangan biarkan tangan-tangan kotor menjamahnya. Jangan kau biarkan nafsu dan kemewahan dunia melenakan jiwa kita. Cukuplah bagiku kenangan saat-saat bahagia ketika aku memandang jernih matamu, dapat menikmati madu senyummu, memandangi ikal rambutmu bagai debur ombak di pantai. Biarkan kenangan itu menjadi mata air kebahagiaan, tempat istirahat musafir cinta yang kehausan. Kalimat ini Majnun ucapkan saat dia melemah, setelah membaca ini terus dia bergairah lagi hidupnya. Quotes 14. Syair untuk Ayah Majnun bahkan sujud di kaki ayahnya karena tidak bisa memenuhi permintaan ayahnya untuk pulang. Kepada ayahnya, Majnun, Wahai Ayahanda, kesedihan adalah takdirku, penderitaan telah memangsa masa mudaku, kesedihan bagai ulat yang memakan habis daun-daun bungaku, hingga tunas keindahan hidupku tercabut. Aku duduk dalam kegelapan, berselimut debu, dan telah kuucapkan pada semua kenikmatan duniawi yang menggodaku, segala penderitaan telah aku jalani, dan keceriaan masa muda telah tercampak, tersisih, kini aku datang ke hadapanmu memohon maaf dan maklummu. Engkau adalah Ayahku, orang yang sepantasnya aku minta Ridho darimu. Layla Majnun Quotes 15. Syair cinta Majnun di Tanah Suci Ini membuat Majnun yang sudah mulai konsen mau ibadah, langsung berubah lagi. Keluar lagi syairnya, Seseorang memanggil-manggil namamu, saat kami berada di lereng bukit Mina, mendengar namamu terguncanglah hatiku oleh duka, Ah, lelaki itu tidak tahu betapa suci namamu, mengapakah ia memanggil nama Layla dengan seenaknya? Apakah ia tidak tahu dengan menyebut namamu, berarti ia telah menerbangkan seekor burung yang telah bersarang di hatiku. Ia memanggil nama Layla, Semoga Allah membukakan kedua matanya, untuk melihat betapa pesonamu yang tak akan mampu dia kira. Doa Majnun di depan Kaโbah Majnun kumat lagi, sudah asyik-asyiknya mau ketemu Allah, mau berdoa di sana, akhirnya begitu nyampe Kaโbah dia pegang pintu Kaโbah kemudian di berdoa. Aku teringat akan dikau Layla, saat para jamaah haji sibuk berdzikir. Di Kota Mekah di dinding Kaโbah mereka khusyuk berdoa, sedang kalbuku hanya tertuju padamu. Ya Rohman aku bertaubat kepadaMu, dari dosa-dosa yang telah kulakukan, dan dari dosa-dosa yang akan selalu datang bermunculan. Aku mencintai Layla namun halangan menghadangku untuk bertandang, aku menyayanginya dan tidak bisa berpaling dari selain Dia. Bagaimana aku bisa berpaling darinya sedang hatiku telah tergadai padanya? Aku bertobat padamur rabbi, karena padamu jua aku akan kembali. Wahai yang maha pengasih, raja diraja para pecinta. Engkau yang menganugerahkan cinta ini, aku hanya mohon pada-Mu satu hal saja, tinggikanlah cintaku sedemikian rupa, sehingga sekalipun aku binasa, cintaku dan kekasihku tetap hidup.โ Ya Allah tambahkanlah cinta dan kerinduanku padanya. Seandainya semakin berkurang umurku karena cinta, maka tambahlah umurnya Layla. Tambahkanlah cintaku, jangan membuatku lupa untuk mengingatnya selamanya. Quotes 17. Syair Majnun ditinggal Nikah Wahai dunia begitukah balasanmu pada cinta yang tulus ini? Begitukah balasan yang harus aku terima dari pengorbananku? Kemarin aku masih merasa senang, karena bayang-bayang Layla masih hadir dalam mimpiku. Namun kini bayangan itu pun engkau renggut, Apalagi yang aku miliki sekarang? Wahai dunia engkau telah mencabik-cabik tubuhku yang lemah tak berdaya, mengapa kau belum puas juga hingga tega merenggut mimpi indahku? Layla, wahai Layla, di mana engkau letakkan hati dan jiwaku? Di mana kau simpan janji dan kenangan kita? Semudah itukah engkau menyerah, melupakan segala derita yang aku rasa. Tangan siapakah yang telah mencengkrammu dan menjauhkan dirimu dariku? Layla datanglah kemari sebentar saja, Tikamkanlah belatih ke dalam jantungku. Ah, tikaman belati yang mencabut nyawaku, akan lebih indah dari hidup menanggung siksaan cinta. Syair Balasan Layla yang Menikah dengan Orang Lain Pas hari menikahnya Layla, Majnun menuliskan ucapan selamat dalam bentuk Syair, โSemoga kalian berdua selalu berbahagia di dunia ini. Aku hanya meminta satu hal sebagai tanda cintamu, janganlah engkau lupakan namaku, sekalipun engkau telah memilih orang lain sebagai pendampingmu. Janganlah pernah lupa bahwa, ada seseorang yang meskipun tubuhnya hancur berkeping-keping, hanya akan memanggil-manggil namamu Layla.โ Layla Majnun Quotes 19. Surat Cinta dari Layla Dalam hidupku, aku tidak bisa melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku sedemikian lama, tanpa mampu menceritakannya kepada siapapun, engkau memaklumkan cintamu ke seluruh dunia, sementara aku membakarnya di dalam hatiku, sementara engkau membakar segala sesuatu yang ada di sekelilingmu, kini aku harus menghabiskan hidupku dengan seseorang, padahal segenap jiwaku menjadi milik orang lain. Katakan padaku kekasih, mana di antara kita yang lebih di mabuk cinta. Surat ini dari aku, seorang perempuan yang terpenjara di rumahnya, seorang perempuan yang sepanjang hari hanya duduk-duduk, sambil termenung di rumah, untukmu kekasihku, apa kabarmu sayang? Bagaimana hari-harimu? dengan siapa kau menjalani jam demi jam, dalam hidupmu di lembah-lembah dan gunung-gunung itu. Aku kira engkau lebih bahagia daripada aku, engkau bisa bebas pergi ke mana saja, dengan siapa saja dan bisa makan apa saja, sedangkan aku ketahuilah Kekasihku aku tak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya menunggu hari demi hari tanpa jiwa, sambil terus mengingatmu dan merinduimu. Hatiku hampa. Duhai kekasih jiwaku yang berhati bening, bagai air mata Khidir, mata air keabadian. Aku masih seperti dulu, Meski aku telah menikah namun, Aku bersumpah, hatimu selalu ada di hatiku, Meski aku tidur satu rumah dengan suamiku, tapi ranjangku tak pernah mempertemukan kepalaku dan kepalanya, permata di tubuhku masih tersimpan utuh bersih, dan tak pernah di sentuh oleh jamahan tangan siapapun, hartaku yang paling berharga masih terkunci rapat, dan tak pernah di buka oleh tangan siapapun, bunga di taman masih tetap kuncup, dan belum merekah. Sebagaimana dulu wahai kekasih hatiku, Kemarilah tuangkan air keabadian Khidir itu. ik Jarak jauh darimu tak akan lama lagi. Kita akan menyatu dalam keabadian. Quotes 20. Syair Ketidakberdayaan Majnun Ini surat dariku aku yang gelisah dan gila, untukmu duhai engkau yang ada di lubuk jiwaku. Kini engkau adalah mahkota di kepala siapa, dan kekayaan di tangan siapa. Aku hanyalah debu di lembahmu, bila engkau menuangkan untukku air pertemuan, engkau menumbuhkan bunga, dan menerbitkan musim semi, namun bila aku memperolehmu, dan tak lagi berpisah jauh darimu, bumi ini tak akan menumbuhkan apapun selain debu. Lihatlah, aku adalah tawanan yang terbelenggu. Inilah ketidakberdayaan seorang Qays. Ingin sekali ketemu Layla, tapi sekarang dia tidak percaya lagi dengan dirinya sendiri. Pesan Layla kepada Ibunya menjelang Meninggal Layla kemudian sakit-sakitan, sakit parah dan nanti terakhir Layla berpesan kepada Ibunya, โIbu lihatlah cahaya wajahku telah memudar, dan menjadi pusat pucat pasi tak lagi bercahaya, lilin-lilin di mataku tampak muram dan akan segera padam. Wahai ibuku, aku mohon engkau mendengarkan wasiatku, sebelum aku pulang beso atau lusa, bilamana aku mati kenakan aku baju pengantin yang paling bagus, jangan bungkus aku dengan kain kafan! Carilah kain yang berwarna merah muda, bagai darah segar seorang yang syahid. Lalu riaslah wajah dan tubuhku secantik mungkin, bagaikan pengantin yang paling cantik di seluruh bumi, alis dan bulu mataku ambillah dari debu yang melekat di kaki kekasihku, dan jangan usapkan ketubuhku minyak wangi kasturi atau minyak wangi apapun, usapkanlah dengan air mata Qays kekasihku. Sesudah aku mengenakan baju pengantin itu, dan menjadi sangat cantik dan anggun, aku akan menunggu Qays, sang pengembara yang luka itu akan datangโ Wahai ibu, katakan kepada pengembara yang selalu di liputi kesengsaraan itu, semua sudah selesai, Layla sahabatnya dalam kesedihan itu sekarang sudah tiada, ia telah bebas dari belenggu duniawi, hatinya hanya di berikan kepadamu dan dia mati untukmu, cinta telah menyatu dalam kehidupan yang ia jalani, cahaya cinta itu begitu murni, sehingga tak ada kebahagiaan lain yang dia ketahui selain menyebut namamu. Tidak ada satupun yang bisa menghibur pikirannya yang selalu tertekan, kecuali cintanya padamu, dan dengan cinta itu jiwanya yang lembut telah pulang ke alam keabadian, semua berkahnya hanya untukmu. Ini pesan terakhir Layla lewat ibunya, kemudian Layla meninggal. Baca Juga Perbedaan Cinta Laki-laki dan Perempuan Quotes 22. Puisi Majnun di Pusara Layla Engkau telah keluar dari kehidupan yang membingungkan ini, dunia adalah rangkaian penghianatan dan perselisihan yang tidak pernah berakhir, dan aku berharap engkau dapat segera melepaskan belenggu di kakiku, dan memuaskan dahagaku dengan minuman cinta yang memabukkan, di sana kita akan segera bertemu dalam kebahagiaan abadi, lilin yang menyinari hidup kita akan semakin bersinar, dengan nyala yang lebih terang. Cinta kita akan bercampur dengan cahaya keabadian. Ya Allah dengarlah hamba-Mu dalam tatapan cinta, bebaskanlah dia dari segala penderitaan panjang selama ini, atas nama-Mu, rengkuhlah dia dalam pelukan-Mu. Ya Allah, tunjukkanlah kasih sayang-Mu, tunjukkanlah kebesaran-Mu pada diriku ini, pertemukanlah segera aku padanya, tidak ada lagi yang dapat kupertahankan di dunia ini, setelah jiwaku satu-satunya engkau panggil. Untuk mendapatkan Novel karya Nizami ini, anda dapat membelinya secara online di toko Gramedia. Baca Juga Kisah Qarun Terima kasih telah membaca artikel ini,mudah-mudahan ada kesan baik.
Penulis lain menyampaikan kata-kata Layla dalam sumpahnya, โAku bersumpah kepadamu, duhai kekasih hatiku, Aku mengikat kuat hatiku untuk mencintai Qais seperti cintaku kepada diriku sendiri. Aku kerahkan diriku menjaga seluruh ruhku dari sentuhan orang lain.โ Dan akhirnya ia mengatakan ููุจูููุฐูุง ุงููุนูููุฏ ุงูููุฐูู ุฃูุฑูุชูุจูุทูููู ุจููู ููุฏู ููุทูุนูุชู ุนูููุฏูู ู
ูุนู ู
ููู ุฃูุฐูุงูู. ููููููุงููู ู
ูุง ููููู ุฐูุงููุฑูุฉู ููููููุงู
ูุชููโDengan sumpah/janji yang aku ucapkan, maka telah putuslah janjiku dengan orang selain dirimu. Sumpah-janjiku menjadi simpanan sampai hari kematianku.โQais membaca surat itu berkali-kali. Kadang ia tak percaya surat itu dari kekasihnya, Layla. Beberapa kali tangannya mengusap-usap matanya, takut salah mata melihat. Tetapi kata-katanya dan bahasanya sangat dia kenal. Surat itu benar dari Layla. โYa ini kata-kata dan bahasa Layla. Aku sangat mengenalnyaโ.Hatinya terus berdebar-debar dan berdegup-degup kencang. Dan dia bingung bagaimana akan membalasnya, bagaimana kata-kata yang akan ditulisnya. Dia segera mencari bahan apa saja yang ada di sana untuk bisa ditulis dan dengan alat apapun yang bisa untuk menulis. Dan kemudian dia mulai menulisnya satu baris demi satu baris dan mengulang membacanya, agar tidak ุงูุฑููุณูุงููุฉ ู
ููููู ุงูููุง ุงููู
ูุถูุทูุฑูุจ ุงููููููููุงู . ุงูููููู ููุง ู
ููู ุงูููุชู ููุฑูุงุฑู ููููุณูู ุงูููุชู ุชูุงุฌู ุนูููู ุฑูุฃูุณู ุณูููุงูู . ููููููุฒู ููู ููุฏู ุงููุบูููุฑู . ููุงูููุง ุชูุฑูุงุจู ููู ููุงุฏูููู. ููุฅููู ุณูููููุชูููู ุจูู
ูุงุกู ุงููููุตูุงูู ุงูุชูููุชู ุงููููุฑูุฏู ููุฃูุทูููุนูุชู ุงูุฑููุจููุนู. ููุงููู ููู
ู ููููููููู ู
ููููู ุบููุฑู ููููุนู ุงูููุฏูุงู
ู ุงููููุฑูุงูู ููู
ู ููุซูุฑ ู
ููู ุงูุฑูุถูู ุณูููู ุงููุบูุจูุงุฑ. ููููุฃุงููุฐูุง ุฃูุณููุฑู ููููุฏูู.โIni surat dariku, aku yang gelisah dan gila, untukmu, duhai engkau yang ada di lubuk jiwaku. Engkau adalah mahkota di kepala selain aku dan kekayaan di tangan orang lain. Aku hanyalah debu di lembahmu. Bila engkau menuangkan untuk air pertemuan, engkau membawakan kembang dan menerbitkan musim semi. Bila aku memperolehmu selain berpisah jauh darimu, bumi ini tak akan menumbuhkan apa pun selain debu. Lihatlah, aku adalah tawanan yang terbelenggu.โItu adalah bunyi surat yang ditulis sebagian penulis. Nizami menulis isi surat Layla dan Majnun lebih panjang dari ini. Seluruhnya mengungkapkan dua jiwa yang terjerat oleh rasa rindu, oleh cinta membara dengan segenap duka lara dan keriangan-keriangannya yang muncul berganti ganti dan timbul jelas bahwa Layla adalah seorang perempuan yang meskipun secara hukum sudah menikah dengan seorang laki-laki, tetapi secara hakikat dia masih tetap perawan, tetap perempuan gadis. Atau dalam bahasa populer masih suci. Nizami sang penulis mengatakan, โLakinnaha Tazhillu Adzraโ tetapi Layla tetap perawan.โ Demikian juga Qais, si Majnun itu, tetap lajang. Dr. Muhammad Ghanimi Hilal dalam bukunya yang terkenal โAl-Hayah al-Athifiyyah Baina al-โUdzriyyah wa al-Shufiyyahโ menginfomasikan kepada kita bahwa para penulis kisah Layla-Majnun sepakat bahwa ุงููู ููููููู ุจูููููุชู ุนูุฐูุฑุขุก ุทูููููุฉู ุญูููุงุชูููุง ุญูุชููู ุบููุจูุชู ููู ููุญูุฏูููุงโSesungguhnya Layla tetap perawan sampai akhir hayatnya.โNizami bercerita bahwa sesungguhnya suami Layla, Ibn Salam, pernah suatu saat memukul Layla, karena ajakannya untuk berhubungan intim ditolak isterinya itu. Layla tak menangis, meski sakit. Tetapi hatinya tak rela. Dengan tenang dia kemudian bersumpah di depan โsuaminyaโ itu untuk tidak akan menyerahkan tubuhnya kepada laki-laki selain Qais, bahkan meski dipaksa dengan cara apa pun, dia siap untuk Ibnu Salam hanya bisa memandanginya dan mengawasi saja. Sementara Layla tetap mencintai Qais. Ia juga mengirim surat kepada kekasihnya seraya mengabarinya bahwa ia masih tetap suci sebagaimana dahulu kala.Bersambung
kata kata laila majnun